Friday, June 26, 2015

Tentang Rasa



Lama tak ku dengar kabarmu,
Sedang apakah kamu saat ini, sayang?
Apakah kamu baik-baik saja?
Aku berharap Tuhan tetap menjagamu
dengan segala kasih sayang-Nya.

Dengan jarak lah Tuhan menguji kesabaranku,
Bukan karena aku terlalu ingin bersamamu
Tapi karena Tuhan telah menjatuhkan rasa ini padamu.
Dalam~ Sangat dalam, Sayang~

Tahukah kamu?
Betapa aku sangat menikmati rasa sesak
yang membuat nafas terengah-engah
Sebab aku tak lagi menemukan senyum indah
yang tergurat di wajah tampanmu.

Aku begitu rindu, namun hanya pada Tuhan lah aku mengadu
Berharap sebait do'a kan sampai padamu,
bergumpal dengan selimut tebalmu
yang angkat menghangatkanmu dari dinginnya malam ini

Aku begitu merindumu, rasa ini terlalu besar
sehingga tak dapat aku genggam sendiri
Rasa ini sesuatu yang didak kecil, hingga aku benar-benar merasakan.
Rindu yang begitu menusuk, sangat menyakitkan.

Aku berteriak dalam hati, memanggil namamu
meski kamu tak pernah tahu
Mendesir melewati setiap darah yang mengalir
Keseluruh urat nadiku.

Aku begitu takut kehilanganmu
Aku begitu kejam karena selalu bersedih saat kamu bahagia
Bukan, bukan karena aku tak ingin kamu bahagia
Aku sedih karena kamu bahagia bukan karenaku.

Ketahuilah, sayang.
Aku pernah begitu memaksa Tuhan dalam doa
agar kita selalu bersama
Yang hingga akhirnya aku menyerah dalam keikhlasan
sampai kamu dapat merasakan getaran yang begitu syahdu
mengalun didalam hatimu yang paling dalam.

Suatu hari nanti, kita harus berbicara berdua.
Kan ku ceritakan tentang apa yang terjadi saat aku merindukanmu
Saat aku begitu sesak melihat tawamu dengannya
Saat aku begitu mencintaimu dalam diamku.

Teruntuk kamu, Sayang.


By: Dindahiin

No comments:

Post a Comment