Monday, August 3, 2015
Waktu
Suatu hari Mira bertemu dengan Nadya, mereka saling sapa dan bercerita satu sama lain karena mereka sudah lama tak bersua. Kemudian terlempar kalimat tak sengaja oleh Mira kepada Nadya.
Mira : Wah Nad! itu jam mahal, kan?
Nadya : Iya.. hehe
Mira : Untuk apa kamu membeli jam semahal itu? Apakah dengan jam tangan semahal itu akan merubah waktu menjadi mundur ke masa lalu?
Kemudian Nadya pun terdiam, ia berfikir memang tak kan pernah ada seorang pun yang dapat mengubah waktu menjadi mundur ke masa lalu sekalipun jam tangan terbuat dari intan berlian.
*** Di kutip dari sebuah cerita ntah asal usulnya dari mana, cerita sebenarnya tidak seperti itu namun kira-kira demikian percakapannya ***
Waktu adalah hal yang tak kan pernah terulang. Tidak, walaupun kita menangis sampai air mata terkuras habis.
Waktu adalah hal yang akan terus berjalan maju tanpa pernah ragu. Seberapapun hati kita penuh dengan kegundahan serta keraguan untuk melangkah, waktu akan dengan senang hati melindas kita bila kita memutuskan untuk berhenti.
Lalu, apa kabarnya mereka yang selalu mengulur waktu ketika ingin bertemu?
Bagai mana kabarnya mereka yang selalu bersuka ria membuat seseorang menunggu?
Saya sendiri selalu berusaha untuk tidak menunggu maupun ditunggu karena keduanya adalah hal yang paling menyebalkan.
Kemudian, bagaimana penantianku terhadap dia yang akan menjadi jodoh saya?
Sebagai mana Tuhan memberikan petunjuk untuk umat-Nya yang selalu berjanji berikan yang terbaik untuk siapapun yang terus berusaha tanpa terkecuali.
Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk jodoh saya, mempersiapkan diri baik dari segi kepribadian maupun Agama agar saya senantiasa bersabar jika suatu saat kenyataan tak sesuai harapan.
Tak jarang saya menghabiskan waktu dengan menulis dan membaca agar hati ini tak pernah kosong, walau kini sedang ada seseorang yang sedang bermain-main dalam hati dan fikiran saya. Ntah, ntah sampai kapan sosok itu terus berada dalam benak saya, menghantui hari-hari saya.
Saya begitu takut jika suatu saat sosok itu menghilang dari hati dan fikiran saya, maka sebaliknya saya tak pernah takut jika suatu saat sosok itu menjelma dan ternyata bukan untuk saya.
Jika Tuhan menghendaki, saya selalu meminta agar Tuhan tak pernah menghilangkan rasa sayang ini pada sosok lelaki yang ntah sampai kapan saya akan bertemu di dalam sebuah cerita dimana dia akan mencintai saya dan menjadikan saya sebagai pelengkap dari separuh ibadahnya.
Hanya waktu yang akan menjawabnya~
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment