Haiii kamu yang selalu saya kagumi, apa kabar? Lama tak terlihat, ternyata bayangmu kembali menyapa dalam ingatan.
========================================================================
Sudah lama saya tak pernah melihatnya, ntah berapa lama yang jelas terakhir saya melihatnya memakai kemeja berwarna putuh sedang duduk menghadapi laptop serta tumpukan kertas. Teduh... ya, sangat teduh seperti pertama kali saya melihat saat belum mengenalnya. Senyum lebar dan mata terpejamnya, pun tak pernah berubah masih seperti dulu saat ku pandanginya persis dihadapannya.
Sesekali saya bersimpangan dengannya, meski tak saling sapa bahkan kadang saya tak mampu untuk sekedar menatapnya melemparkan sebuah senyuman terbaik. Sempat lupa dengannya, bukan berarti bayangnya hilang ternyata. Bayangnya masih terpahat rapih di dalam hati yang tak pernah ku sadari bahkan sempat saya sangkal keberadaannya.
17.976 jam sudah berlalu namun hingga saat ini ia tak pernah tau apa yang telah saya perbuat untuknya, sesekali memandangi dari kejauan meski saat ke empat mata ternyata beradu dan saya memilih membuang jauh dari pemandangan yang begitu indah.
17.976 jam ternyata terasa lebih cepat dari apa yang saya bayangkan, berharap beberapa jam kedepan akan dapat melupakan pancaran matanya yang selalu menyejukan. Harapan saya untuk beberapa tahun kedepan akan lebih sering bertemu dengannya walau hanya memandangi dari jauh.
=========================================================================
Hai... Kamu, yang tak pernah tahu isi hati ku. Jika kamu membaca tulisan ini, dan merasa ini kamu. Maka, jawabannya adalah benar! Tulisan ini memang untuk kamu, yang saya kenal saat 17.976 jam yang lalu. Jangan pernah merasa rendah padaku, karena sesungguhnya saya yang selalu terjatuh dalam bayangmu.
Hai... Kamu, ya... Kamu, sayang.
Boleh kah saya berkenalan dengan masa lalu mu?
Dan menemani masa depan mu?
Jika boleh, biarlah sekarang kita berjalan pada jalan yang kita pilih
Namun, satu hal yang harus kamu tau.
Saya akan menungumu, dipersimpangan sana hingga akhirnya kita akan berdampingan
Dan aku berjanji akan menemani langkahmu di masa depan.
Salam rindu untuk kamu, sayang.
By: Dindahiin

No comments:
Post a Comment