Pertanyaan sederhana dalam hidup yang sering keluar dari mulut adalah 'Mengapa harus saya?' saat manusia sedang diberikan ujian oleh Tuhan, termasuk saya sendiri.
Saya tersadar ternyata manusia membutuhkan 'sentilan' agar lebih kuat lagi dalam menjalani hidup dan sering kali mengeluh 'Mengapa harus saya?' hingga berkata 'Tuhan tidak adil kepada saya'. Rasanya jika mengingat semua kejadian tersebut saya begitu malu, dan saya tak tahu malu pada saat itu karena hanya bisa bertanya tanpa mencari tahu sebab dari kejadian tersebut. Bukankah selalu ada sebab sebelum adanya akibat?
Hidup adalah sebuah pelajaran, ujian terberat adalah ujian dari Tuhan ntah itu bentuk kesenangan maupun kesedihan. Sebenarnya tidak terlalu berat jika kita mampu menerima dengan berlapang dada, sayangnya saya tak mungkin sesempurna itu berfikir, ego saya terlalu tinggi sebelum akhirnya menjadi dewasa dan mengerti apa yang Tuhan rencanakan untuk masa depan saya (Saat ini).
Saya belajar saat terkena batu dari belakang. Mengapa demikian? Sebab berubah itu tidak mudah. Dari lemparan batu tersebut akhirnya saya dapat mengingat Tuhan kemudian berdo'a walau terkadang lebih tepatnya menghakimi Tuhan. Seperti apa? Misalnya
"Tuhan, mengapa harus saya yang menghadapi cobaan ini? Mengapa harus saya yang hidup miskin? Mengapa Tuhan memberikan cobaan bertubi-tubi? Saya muak Tuhan dengan semua ini"
Padahal? Apa yang akan terjadi setelah saya berbicara seperti itu dalam hati atau bahkan menangis terisak-isak dalam sujud? Tidak ada! Yang ada hanyalah rasa pusing karena tidak ada jalan keluar. Tidak ada satupun yang bilang bahwa mengeluh adalah solusi terbaik untuk menghadapi hidup, karena sebenarnya dibalik sebuah ujian terdapat titik balik dimana jika saya dapat melewatinya saya akan diangkat satu level ke tingkat yang lebih tinggi dimata Tuhan.
Hidup adalah rangkaian ujian yang menyakitkan!
Manusia berada di muka bumi ini bukan untuk di uji terus menerus. Akan tetapi saya menganggapnya sebuah didikan, Yups! Pendidikan tidak hanya ada di Sekolah atau di Kampus saja karena pelajaran terberat adalah pelajaran dalam hidup dimana kita harus banyak bersabar dan menerima apa yang Tuhan berikan. Tiap-tiap kejadian sebenarnya akan mengubah hidup kita, mengubah pola berfikir kita. Jika kita dapat bersikap dewasa, dan meyakini bahwa setiap perkara pasti ada maksudnya, tak ada satupun perkara di dunia ini tanpa maksud dan tujuan.
the Law of attraction (LoA)
Sebagian besar manusia mungkin sudah mengenal hukum tarik menarik atau yang disebut dengan LoA. Apa sih hukum tarik menarik? Hukum tarik menarik itu adalah apa yang kita fikirkan maka hal itu lah yang akan terjadi.
Misalnya, saat saya memiliki hutang rumah. Saya sangat takut mati karena saya tak ingin membawa hutang saat mati nanti. Setiap saat saya selalu berkata dalam hati "Aku harus tetap hidup untuk melunasi rumah", cermati baik-baik perkataan saya tersebut, apakah ada kata yang negatif? Tentu tidak. Kata tersebut adalah 'Hidup' dan 'Lunas' berbeda hal nya dengan berbicara 'Please jangan mati dulu, hutang gue masih banyak', NO! Itu salah, karena bisa jadi saya akan mati saat itu juga dan meninggalkan hutang.
Mulai dari saat ini saya ingin mengajak kamu yang membaca tulisan ini agar belajar untuk mengeluarkan kata-kata positif agar hidup lebih baik lagi. Kurangi mengeluh bila perlu berusaha menghindari agar hidup gak terasa berat.
Setelah demikian panjangnya saya menulis, masih inginkah kamu berfikir 'Mengapa harus saya?' saya harap tidak lagi demikian.
Saya selalu berusaha untuk tetap tersenyum di hadapan siapapun dan terkadang saya selalu berbohong terhadap diri saya sendiri. Tentang apa? Tentang hidup yang saya jalani.
Saya berpura pura tersenyum dan tertawa dalam sakitnya hidup yang harus saya jalani. Dengan seperti itu saya berharap hidup saya memang akan baik-baik saja karena ada Tuhan yang selalu melindungi saya.
Saat saya berpura-pura tegar dan kuat dalam kepedihan serta beratnya hidup. Saya berharap memang akan bisa terlewati.
Saya baik-baik saja, adalah kalimat yang mengantarkanku kepada kekuatan yang teramat tanpa saya sadari.
Jalani kehidupan dengan senyuman, Tuhan memilih saya atau kamu dalam suatu kejadian itu karena Tuhan tau betapa kuatnya kita. Betapa kita lebih kuat dari apa yang kita fikirkan, maka dari itu stop bertanya 'Mengapa harus saya?' karena jawabannya adalah 'Karena kamu dapat melaluinya dengan penuh senyuman'.
Semoga selalu ada senyum dan tawa tergurat di wajah kita.
Salam,
Dindahiin
Saya baik-baik saja, adalah kalimat yang mengantarkanku kepada kekuatan yang teramat tanpa saya sadari.
Jalani kehidupan dengan senyuman, Tuhan memilih saya atau kamu dalam suatu kejadian itu karena Tuhan tau betapa kuatnya kita. Betapa kita lebih kuat dari apa yang kita fikirkan, maka dari itu stop bertanya 'Mengapa harus saya?' karena jawabannya adalah 'Karena kamu dapat melaluinya dengan penuh senyuman'.
Semoga selalu ada senyum dan tawa tergurat di wajah kita.
Salam,
Dindahiin


No comments:
Post a Comment